Hallo temen-temen
semua..
Welcome
back to my YouTube Channel...
Foto
itu saya ambil ketika saya memasuki semester lima kuliah dan ketika sedang banyak jerawat yang timbul di wajah. Kala itu saya sedang
melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan saya sedang dimabuk asmara, ya
kalian benar, I have a boyfriend dan
saya menyayangi dia. Biarkan saya bertanya sejenak,
apa
yang kalian lakukan jika kalian menyayangi seseorang?
dari
sekian jawaban yang muncul pasti ada jawaban “saya akan menjaga dia dan tidak
ingin kehilangan dia."
is that true?
Jika
memang ada jawaban itu, iya itu yang saya rasakan pada saat itu. Saya tidak
ingin kehilangan dia orang yang saya percaya untuk menjaga dengan penuh hati
saya agar tetap utuh. I love him so much.
Hu-Hu…
Haduh
jadi curhat -_- Oke, lanjut ke foto yang tadi ya..
Seperti
yang sudah saya katakan pada awal tulisan ini, topik kali ini adalah “unconfident terhadap diri sendiri”. Lalu
apa hubungannya dengan sepenggal curhatan saya terhadap “dia” ? berikut adalah jawabannya
:
Januari
– februari 2018 saya isi liburan kuliah saya dengan melakukan PKL di daerah
Kebayoran Lama, pada suatu hari saat saya sedang menuju arah pulang ke rumah
bersama dengan rekan saya yang searah. Selagi saya berada di atas kendaraan,
saya melihat sekitar lingkungan tempat saya melakukan PKL. Tempat PKL saya
tidak jauh dari salah satu kampus elit di daerah Jakarta Selatan. Saya melihat dan memperhatiakn sekeliling,
namun yang menjadi fokus saya pada kala itu adalah “perempuan yang berparas
lebih cantik”. Entah mengapa saya bisa berfokus kesana, yang ada di pikiran
saya saat itu hanya satu “saya ingin cantik seperti mereka”.
Saya
tidak mengerti. Amat sangat tidak mengerti. Setelah saya melihat
perempuan-perempuan cantik itu saya termenung, diam saja selama di perjalanan. Saya
berpikir how bad am I, betapa ugly-nya rupa saya. Mood saya langsung
turun drastis, untuk “kamu” iya “kamu” mungkin kamu ingat percapakan “kita”
tentang ketidakpercayadirian saya terhadap paras yang saya miliki sehingga kamu
memarahi saya, dan kamu bilang ke saya
“kalo kamu kaya gini terus aku bakal marah banget sama kamu”
Saya
merasa sangat bodoh sedari tempat PKL saya hingga daerah Pondok Indah saya
hanya terdiam dan termenung meratapi keadaan paras yang saya miliki.
Kala
itu saya berpikir, saya takut dengan rupa yang demikian (banyak jerawat, kusam) laki-laki yang saya sayangi
akan berpaling dari saya. Terlebih di luar sana ada banyak perempuan yang lebih
menawan. Saya yang terlalu banyak kekurangan seperti ini hanya bisa menyimpan
rasa takut. Takut kehilangan. Takut “dia” kecewa dengan saya yang tidak bisa
secantik perempuan yang lain.
Saya
diam.
Menangis
di jalan, mengumpat di balik kaca helm yang saya kenakan.
Betapa
lemahnya Hamba-Mu ini Tuhan
Saya
sebenarnya sudah sedikit berbagi cerita dengan salah satu teman saya, dan
kalian tau apa respon dia?
SAYA DIANGGAP TIDAK MENSYUKURI
NIKMAT ALLAH
Iya
memang pada masa itu saya seperti putus asa, merasa seperti menjadi orang yang
paling hina. Tapi sekarang saya bangkit, saya tidak boleh larut dalam kegelisahan
yang saya alami. Saya kuat hingga sekarang karena saya percaya masih ada di
luar sana yang sayang dan mereka masih membutuhkan kehadiran saya dihidupnya. Saya
kuat karena kasih sayang, ketulusan cinta dan kepedulian yang saya dapat dari “dia” serta teman-teman terbaik
saya.
Saya
beruntung memiliki mereka.
Saya
merasa aman bersama mereka, saya merasa saya menjadi seseorang yang paling
bahagia jika tertawa bersama mereka.
Akan
ada jiwa yang hilang bila saya tidak bersama mereka.
He-He-He
- - - - - - - - - - -
- - - -
Dengan pengalaman yang demikian lah
saya memberi catatan terhadap diri saya,
“Seperti
sudah banyak orang yang mengatakan jika kita ingin bahagia maka berhetilah
membandingkan diri sendiri dengan orang lain, hal yang demikian akan saya coba
untuk selalu saya terapkan di hidup saya karena sejatinya bahagia itu tidak
bisa kita cari-cari melainkan kita sendiri yang harus membuatnya. Selain itu saya
juga harus menerapkan pada pola pikir saya untuk tidak pernah lagi menjadikan
kekurangan yang ada di diri saya sebagai penghalang saya untuk bergaul, karena
saya percaya suatu saat nanti pasti saya akan dipertemukan dengan orang-orang
yang memang mau menerima saya dengan segala kekurangan yang ada, mereka mau menerima
dengan ikhlas dan tulus.”


😍
BalasHapusSayang akuu💕
HapusMantap bang ujeyy
BalasHapusSyukron
Hapus