Tulisan kali ini aku
dedikasikan untuk seorang laki-laki bertubuh subur, yang sangat nyaman untuk
dipeluk. I say thank you so much,
terima kasih telah menyempatkan waktumu untuk menyayangi dan mencintaiku.
- - - - - - - - - - - - - -
Aku dan kamu tanpa sengaja berteman…
Masih aku ingat, sempat aku menerima sebuah notifikasi
permintaan berteman dari salah satu aplikasi chat yang cukup terkenal. Ternyata
notifikasi tersebut dari dirimu. Iya, dirimu, yang sentuhan jari jemarinya
selalu aku rindukan untuk menghangatkan telapak tanganku yang sedang kedinginan.
Perkenalan aku dan kamu dimulai sejak aku menerima
permintaan bertemanmu. Kamu memberanikan diri untuk menyapaku terlebih dahulu. –
ya mungkin ini menurutmu adalah sebuah keisengan atau bagaimana, aku tidak tau
biar kamu saja yang tau, aku cukup menjawab sapaanmu saja. – Saat itu aku sedang sibuk dengan
tugas-tugasku, hingga muncul sebuah percakapan :
“niatnya hari ini mau ngerjain tugas wkwk”
“yaudah kerjain dulu lah biar tenang”
“oke bos q”
“nanti kalo udah selesei kabarin ya”
“belum mulai gua”
“mulai lah”
“5 menit lg deh *emot ketawa*”
“udah 10 menit nih”
Kamu tau? Kamu tau perasaan aku? Aku sangat senang
mengetahui kamu menunggu aku, kamu ikut menghitung waktu. Saat kamu bilang “udah
10 menit”, aku tersenyum, tersipu, semudah itu aku hanyut dalam perhatianmu.
Di waktu yang berbeda pada lain kesempatan, kamu mengajakku untuk berbincang
via telepon. Aku bilang aku malas. Namun entah kenapa, untuk yang kedua kalinya
kamu mengajakku berbincang aku menjawab ajakanmu dengan satu kata
“boleh”
Akhirnya kamu meneleponku, aku
dan kamu menghabiskan waktu setidaknya 30 puluh menit kurang 4 detik.
I
hear your voice..
Aku
bisa langsung mengenali suaramu…
Obrolan masih terus belanjut
melalui pesan-pesan teks yang kamu kirimkan untukku.
Hingga suatu ketika, kamu
menghilang dari ruang obrolan yang telah kita susun sedemikian rupa. Kamu mengacuhkan
pesan yang aku kirimkan. Aku berpikir aku telah berbuat salah.
Baik.
Aku minta maaf jika salah.
Namun….
Entah kebetulan atau bagaimana,
di sebuah tempat yang aku rindukan, aku melihat sosok yang mirip dirimu, iya
memang aku hanya baru melihat dirimu lewat foto profil yang kamu gunakan, satu
yang membuat aku yakin itu dirimu adalah “suaramu”.
Aku kembali mendengar suara
itu, suara yang aku dengar melalui telepon. Ingin sekali menyapa, tapi aku
takut. Takut kamu tidak mengenali aku. Takut kamu terkejut dengan bentuk
nyataku. Andai kamu tau, aku sungguh seperti cacing kepanasan saat itu, aku
masih tidak menyangka bisa melihatmu secara langsung, aku memperhatikanmu dari
kejauhan. Jika kamu hilang dari pandanganku, aku segera mencari kemana perginya
langkahmu sore itu.
Tidak lama, dengan
menyingkirkan rasa gengsi dan mengedepankan rasa agresifku, aku menyapamu,
lewat pesan teks. HA-HA. Aku bilang, aku
melihat kamu sore itu. Dengan respon yang cukup lama, akhirnya kamu membalas
pesanku, sehingga aku dengan dirimu kembali saling berbalas pesan.
- - - - - - - - - - - - - -
Singkat cerita butuh kurang lebih tiga minggu atau mungkin hampir
satu bulan untuk kamu dan aku resmi menjadi sepasang kekasih. Masih aku ingat
bagaimana caramu meyakinkanku untuk menerima cintamu. Aku yang takut kamu tidak
bisa menerima keadaanku.
“kamu belum tau aku, nanti kalo zonk gimana?”
“emang ada ya manusia yang bertopeng manusia?”
Sayang, kamu harus tau! Aku jatuh hati oleh kalimat itu. Iya aku jatuh hati oleh dia yang sudah aku
pernah lihat secara langsung, namun dia belum pernah melihatku. Aneh memang.
Hingga akhirnya aku dan kamu berjumpa setelah resmi mempunyai
hubungan.
Kalian heran?
Sama, saya juga…
Satu bulan hampir aku dan kamu lalui dengan mulus, manis, tanpa
ada masalah yang berarti. Rangkulan dan pelukan yang hangat hampir aku dapati
ketika aku dan kamu bersama.
Hari itu hari ulang tahunku, untuk pertama kalinya aku mempunyai
kekasih hati di hari jadiku. Kamu merupakan salah satu kado yang dititipkan
untukku oleh Tuhan. Untuk pertama kalinya pula aku mengajak seorang laki-laki
kehadapan teman-temanku di hari itu.
Dua bulan berjalan mulus…
Tiga bulan
berjalan cukup mulus…
Empat bulan?
Di mana menurut orang-orang
merupakan bulan-bulan yang menentukan, jika memang sepasang kekasih bisa
bertahan lebih dari empat bulan itu bertanda mereka memang saling mencinta.
Pada bulan keempat,
Kerenggangan itu terjadi antara
aku dan kamu. Kamu menghilang begitu cepat, memang belum menghilang sepenuhnya,
tapi perlahan perhatianmu, kasih sayangmu yang aku rasa sudah mulai pudar.
Pertemuan aku dan kamu semakin
singkat, aku baru paham arti waktu saat bersamamu. Satu menit bersamamu pun
terasa langka. Iya rumah aku dan kamu memang jauh, tapi coba kamu ingat apakah
jarak kampus A ke kampus B memakan waktu satu jam lebih? Jika tidak ada
kepentingan aku yakin, kamu tidak akan mau menemuiku pada masa itu. Konflik terus
terjadi. Entah saat kamu yang dengan tiba-tiba lupa akan janji untuk keluar
bersama dan malah pergi bersama teman-temanmu, entah pesan aku yang tak kunjung
dibalas. Runyam pada saat itu. Sedih.
“aku bosan”
Salah satu pesan yang membuat
aku terdiam, bingung.
Aku tidak mau kalah oleh rasa
bosan. Rasa sayang yang ada dalam diriku harus menang. Hanya orang-orang lemah
yang tidak bisa melawan kebosanan dalam suatu hubungan. Aku mencoba bertahan. Kamu berulangkali
meminta maaf atas sikapmu. Aku selalu mencoba memaafkan. Karena jika tidak
demikian hubungan yang telah sama-sama terbangun ini akan pupus begitu saja.
- - - - - - - - - - - - - -
Tibalah pada bulan kelima.
Apa kalian bakal berpikir semua
ini akan lebih indah dari bulan keempat?
Kalian salah -_-
Justru kekacauan itu lebih
rumit.
Aku mengaku kalah.
Aku mengaku aku bukan orang
yang penyabar.
Tidak lama dari hari jadi yang
sempat aku ucapkan melalui sebuah gambar, aku meminta untuk mengakhiri
semuanya. Semua yang ada antara aku dan kamu. Aku masih berharap kamu untuk menahan. Aku masih
berharap kamu untuk berjuang. Amat sangat berharap. Namun kamu berkata, kamu
takut membuat sakit yang berlebih jika harus memaksakan untuk tetap bersama. Akhirnya,
aku benar-benar membulatkan keputusanku untuk menyudahi yang sudah kamu mulai.
- - - - - - - - - - - - - -
Tenang sayang, kamu pemenangnya kok dalam hubungan
ini. Aku yang kalah.
Jika harus menceritakan segalanya yang ada antara aku
dan kamu, terlalu banyak.
Biar hanya aku dan kamu yang tau bagaimana rasanya
menempuh jarak dan menunggu selama 1 jam 20 menit hanya untuk surabi, menerobos
sepinya Depok yang ditemani dengan angin malam, dan masih banyak lagi. Biar itu
menjadi kenangan.
Terima kasih aku telah diberi kesempatan untuk
menjadi milikmu meski hanya sementara.
Terima kasih telah mengajarkan aku arti menerima apa
adanya.
Pertemanan ini tidak akan pernah berubah jika memang
tidak ada satupun dari aku dan kamu yang ingin merubahnya untuk saling
membenci. Hanya saja satu yang harus aku tekankan pada diriku "aku dan
kamu" yang sudah tidak lagi menjadi "kita". Sehingga aku bisa
berhenti berharap. Berbahagialah meskipun bahagia itu bukan aku yang
membuatnya!
Once more, Terima
kasih, je!


Mantap bang ujey!
BalasHapusTerima kasih temannya Uje💕
HapusJangan lupa senyum
BalasHapusYes dear💕thanksss!!!
BalasHapusLanjutkan!
BalasHapusSiap mas Krisna
HapusTapi selama jalan sama doi pernah deket gak sama cowo lain? Atau emg bener" klop kedia?
BalasHapusAlhamdulillah, sama dia doang non☺ dia berhasil membuat saya setia non sampe sekarang😂
HapusHuah. Mantaap��
HapusSekarang masih temenan baik dgn dia? Kenapa ya aku tiap putus pasti gak komunikasi lg sama mantan" :'(
InsyaAllah masih non, dia jg mantan pertama aku non yg bisa aku jadiin temen. Biasanya tidak non. Mungkin memang karena kita putus jg baik2 kali ya, makanya bisa temenan dgn baik jg skg. Hehehe
HapusSekarang udah muvon? Hehe...
HapusBiar saya dan hati saya saja yang tau ya non😂❤
HapusTapi pernah gak suka/ pcrn sama yg emg sahabat/temen? Klo dia inikan emg awalnya gkenal ya, kenalnya krn dia yg add. Tpi klo sama org udh kenal lama pernah gak?
HapusPernah donggg hahahaha😂
HapusKeren tulisannya kata2 fit dalem bener ��
BalasHapusMakasih Abilll❤
HapusWahhh... katakatanya dapet dari mana, ngga nyangkaaa yaaa ����
BalasHapusHehehe dari skripsi org joh😂😂😂 wkwk
HapusKalo seandainya kak,mantan kk minta balikan sm kaka?tapi bukan yg itu. Istirahat dulu ato mau?
BalasHapusIstirahat dulu hehe
Hapus