Awalnya aku tidak mengenal dirimu. Hari demi hari berganti, semakin sering aku dan dirimu bertemu. Aku masih mengingat di mana kau mengulurkan tanganmu dan di saat itulah mulutmu menyebutkan siapa nama mu. Di awali dengan perkenalan yang
singkat dirimu kini bersama ku, kau dan aku berteman serta bertukar cerita. Dirimu berhasil membuat diri ku merasakan kembali getaran cinta. Setelah kegagalan
cinta yang pernah aku alami, diri ku enggan untuk bercinta. Cukup kemarin saja
aku dibuat bodoh oleh cinta, tidak mau untuk kesekian kalinya aku dibuat
terluka oleh cinta. Namun dirimu kini telah membuktikan kembali bahwa tidak selamanya cinta membuat hati sakit, atau mungkin ini hanya awal dari kemanisan cinta yang nanti akan berakhir sama-sama menyakitkan seperti dulu? Telah bermunculan pertanyaan di dalam pikiran ku, apakah kau berbeda dengan yang dulu atau kau sama saja? Apa mungkin dirimu lebih menyakitkan? Tak bisa diriku ini untuk berpikir jernih, terlalu sakit luka yang dibuat oleh dirinya hingga membuat ku terus menerus berpikir bahwa cinta itu menyakitkan.